
Dalam kunjungan kerjanya selama lima hari di Indonesia, Pangeran Charles Putra Mahkota Kerajaan Inggris menyempatkan diri mampir ke Jakarta. Kesempatan tersebut dimanfaatkan Pangeran Charles bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, di Fours Season Hotel, Rabu (5/11). Pangeran Charles yang memiliki Yayasan Built Environment berharap pada gubernur agar dapat mengakses sumber penanganan kualitas lingkungan hidup di Jakarta.
Yayasan milik Pangeran Charles berkonsentrasi pada perbaikan lingkungan kota yang berbasis pada kekayaan lokal dengan pendekatan perkotaan tradisional (tradisional urbanism). Yayasan ini melakukan upaya pembangunan perkotaan dengan sistem mix-used yang mendekatkan permukiman dengan lokasi aktivitas ekonomisnya dalam satu kawasan. Sehingga dapat mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.
Permintaan tersebut jelas mendapat sambutan luar biasa dari gubernur. Apalagi, Jakarta memang tengah direpotkan dengan pertumbuhan kendaran yang tidak seimbang dengan jalan. Rencananya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengirimkan tenaga profesional untuk mempelajari model pengendalian kendaraan bermotor di London.
“Memang saat ini kita sedang mempelajari model pengendalian kendaraan bermotor dari London. Saya akan mengirimkan orang yang ahli di bidang tersebut ke sana,” kata Fauzi Bowo usai Rapat Paripurna di DPRD DKI, Rabu (5/11). Mengenai pengiriman staf ahli Pemprov DKI ke London telah mendapatkan lampu hijau dari Pangeran Charles.
Hal lain yang dilakukan yayasan ini, lanjut Fauzi Bowo, memberikan bantuan pendidikan yang bertujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat kota melalui pembelajaran dan penerapan praktik terbaik dengan waktu yang tidak terbatas. Dengan pendekatan ekologis untuk bidang perencanaan, perancangan, dan pembangunan suatu daerah atau kota secara berkelanjutan.
Ada empat hal yang dapat dipelajari Pemprov DKI dari Yayasan Built Environment yaitu program pendidikan, bidang proyek dan praktk, kebijakan dan penelitian, serta teori dan jejaring desain. Untuk program pendidikan, ditawarkan serangkaian konferensi dan kursus singkat dalam membangun green building. Diajarkan pula fundamental pembuatan kota yang didasarkan para prinsip perkotaan tradisional, konteks historis, desain permukiman dan kodifikasi desain. Salah satu forum tahunannya yang terkenal adalah Residential Summer School dan program Master Perkotaan.
Terkait green building, Fauzi Bowo meminta kepada Pangeran Charles agar pembangunan gedung Kedutaan Besar Inggris di kawasan Kuningan dapat memenuhi kriteria green building, yaitu konsep penataan gedung yang ramah lingkungan. “Kantor kedubes Inggris akan pindah dari MH Thamrin ke Kuningan. Kita minta agar menjadi standard green building di Jakarta,” terang mantan wakil gubernur era Sutiyoso ini.
Bidang proyek dan praktik merupakan bentuk konsultasi dari yayasan dengan pendekatan multi disiplin yang meliputi para arsitek, perancang kota dan perencana kota dengan melaksanakan kegiatannya dalam bentuk social enterprise. Salah satu tujuan utamanya yaitu membangun sejumlah proyek-proyek percontohan. Karenanya yayasan itu akan mendemonstrasikan penggunaan peralatan dan teknik pembangunan perkotaan tradisional.
Untuk menindaklanjuti pertemuan tersebut, disepakati untuk melakukan pertukaran kunjungan antara pejabat terkait yaitu Pemprov DKI dan Inggris yang akan difasilitasi oleh kedutaan Besar di Jakarta. “Saya belum tahu kapan waktunya. Nanti diaturlah,” ujar dia. Ditambahkannya, Pangeran Charles sangat terkesan dengan perkembangan pesat Kota Jakarta jika dibandingkan kunjungannya 19 tahun yang lalu.
Reporter: lenny
Sumber Berita : beritajakarta.com |

bahwa tanggal 5 juni selalu diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day ( WED ) yang setiap tahunnya selalu mengangkat tema-tema yang berbeda. Di Indonesia tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini adalah “Ubah Perilaku da Cegah Pencemaran Lingkungan” sementara untuk duni “Kick the Habit!: Towards A Low Carbon Economy”.

RSS Feed (xml)